Makna Historis dan Nilai Religius Makam Ki Ageng Singoprono di Sambi, Boyolali

Authors

  • Indah Khoirunnisa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30762/realita.v23i2.783

Keywords:

Historis; Religius; Makam Ki Ageng Singoprono; Boyolali; Islam Jawa

Abstract

Makam Ki Ageng Singoprono di Sambi, Boyolali, berperan penting dalam proses Islamisasi Jawa abad ke-17 melalui dakwah sufistik-agraris. Artikel ini menganalisis makna historis dan nilai religius makam tersebut serta menelaah perannya dalam kehidupan masyarakat lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik dan fungsionalisme struktural untuk mengungkap dimensi simbolik sekaligus fungsional keberadaan makam dalam struktur sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makam Ki Ageng Singoprono tidak hanya berfungsi sebagai situs sejarah yang merekam jejak Islamisasi Jawa, tetapi juga berkembang menjadi pusat spiritual, sosial, dan budaya. Fungsi tersebut tercermin melalui pelaksanaan tradisi keagamaan seperti haul, ziarah, kenduri, dan doa bersama yang dijaga masyarakat setempat. Tradisi ini memperkuat nilai religius, membangun kohesi sosial, dan melestarikan identitas budaya Islam Jawa. Dengan demikian, makam ini merepresentasikan warisan Islam Jawa yang dinamis, sekaligus ruang simbolik yang mempertautkan sejarah, religiusitas, dan identitas masyarakat Sambi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alim, S. (2024). Islamisasi di Nusantara: Pendekatan Sufistik dalam Dakwah Islam. Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Kemasyarakatan, 28(2), 110–131.

Anggraina, Y., & Fidia, S. N. (2025). Pendekatan Historis dalam Studi Islam: Menelusuri Peran Ulama Lokal dalam Islamisasi Nusantara. Formatif: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 1(02).

Azra, A. (2012). Islam Nusantara: Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Blumer, H. (1986). Symbolic interactionism: Perspective and method. Univ of California Press.

Bruinessen, M. van. (1995). Kitab kuning, pesantren, dan tarekat: tradisi-tradisi Islam di Indonesia. (No Title).

Dr, P. (2008). Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta, Bandung, 25.

Durkheim, E. (1995). The elementary forms of religious life.(KE Fields, Trans.) New York. The free press.(Original work published 1912).

Eliade, M. (1959). The sacred and the profane: The nature of religion (Vol. 81). Houghton Mifflin Harcourt.

Falah, A. (2012). Spiritualitas Muria: Akomodasi tradisi dan wisata. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(2), 429–452.

Geertz, C. (1960). The religion of java. university of chicago press.

Humairoh, S., & Mufti, W. Z. (2021). Akulturasi Budaya Islam Dan Jawa Dalam Tradisi Mengubur Tembuni. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 19(2), 264–278.

Ilahi, M. T. (2016). Ziarah Dan Cita Rasa Islam Nusantara: Wisata Religius Dalam Bingkai Kearifan Lokal (Local Wisdom). Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 21(1), 117–132.

Khosiah, N. (2020). Tradisi Ziarah Wali Dalam Membangun Dimensi Spiritual Masyarakat. Imtiyaz: Jurnal Ilmu Keislaman, 4(1), 28–41.

Latif, M., & Usman, M. I. (2021). Fenomena Ziarah Makam Wali Dalam Masyarakat Mandar. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 19(2), 247–263.

Lubis, L., & Ok, A. H. (2024). Pendidikan Islam tradisional dalam transisi dan modernisasi menurut Azyumardi Azra. Jurnal Sains Dan Teknologi, 6(1), 136–141.

Mitsuo, N. (1990). Islam in Java: Normative Piety and Mysticism in the Sultanate of Yogyakarta. By Mark R. Woodward. Association for Asian Studies Monograph XLV Tucson: The University of Arizona Press, 1989. xii, 311 pp. $29.95. The Journal of Asian Studies, 49(3), 717–719.

Mulyono, J. (2025). Wawancara dengan juru kunci Makam Ki Ageng Singoprono.

Nahar, A. W. K., Syafiq, M., Aqil, F. H., & Winarto, W. (2023). KONSEP KULTURAL DAKWAH WALISONGO MEMPERKUAT MODERASI BERAGAMA: The Cultural Concept of Walisongo’s Da’wah Strengthens Religious Moderation. Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 5(2), 85–92.

Nurhayati, I. (2025a). Islam dan Tradisi Ziarah Kubur Perspektif Para Peziarah Muslim Jawa. Sujud: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 1(3), 390–395.

Nurhayati, I. (2025b). Islam dan Tradisi Ziarah Kubur Perspektif Para Peziarah Muslim Jawa. Sujud: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 1(3), 390–395.

Nurhayati, I. (2025c). Islam dan Tradisi Ziarah Kubur Perspektif Para Peziarah Muslim Jawa. Sujud: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 1(3), 390–395.

Nurrohmah, M., & Setyawan, B. W. (2023). Nilai religius dalam tradisi ziarah di Petilasan Sri Aji Jayabaya. Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial Dan Budaya, 8(1), 48–61.

Putri, A. I. F., Ramadhani, W. F., Kurnianto, A. D., Yessica, E. E., Ardini, M., & Qoyyimah, A. L. N. (2025). PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MAKNA KIRAB KEBO BULE PADA PERINGATAN HAUL KI AGENG SINGOPRONO PADA BULAN SURA DI BOYOLALI. Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Budaya, 9(2), 27–33.

Qoyyimah, A. L. N., & Sabardila, A. (2021). PERSEPSI MASYARAKAT DAN NILAI-NILAI TERHADAP PERINGATAN HAUL KI AGENG SINGOPRONO PADA BULAN SURA:(Society Perceptions and Values of Ki Ageng Singoprono’s Haul Remembrance in The Month of Sura). ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial Dan Budaya, 10(2), 157–171.

Rachmadhani, A. (2016). Role of Wali, Ancient mosque and sacred tomb in Islam Spreading Dynamics in Cikakak. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 14(2).

Rizqi, C. R., & Muchtar, N. E. P. (2023). Akulturasi Seni dan Budaya Walisongo dalam Mengislamkan Tanah Jawa. Studia Religia: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 7(2), 193–201.

Roifah, M. (2023). Mitos dan ritual dibalik tradisi ziarah wali: Studi kasus di Makam Syaikhona Kholil Bangkalan. PARAFRASE: Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan, 23(1), 24–35.

Sabdacarakatama, K. (2010). Ensiklopedi Raja-raja Tanah Jawa. Media Pressindo.

Saifuddin, S., Baidowi, A., & Jamil, A. (2024). Phenomenological Study of Wali’s Tomb Pilgrimage: Contestation, Pragmatism and Religious Formalism an Indonesia and Malaysia. Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 10(2), 443–473.

Surojo. (2025). Wawancara dengan budayawan lokal.

Syamsudi. (2025). Wawancara dengan tokoh masyarakat Sambi.

Wardana, B. K. (2024). JEJAK KIAI AGENG SINGOPRONO. Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization, 3(2), 121–130.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Khoirunnisa, I. (2025). Makna Historis dan Nilai Religius Makam Ki Ageng Singoprono di Sambi, Boyolali. Realita: Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 23(2), 335–351. https://doi.org/10.30762/realita.v23i2.783