Peran Studi Islam dalam Pembentukan Etika Sosial pada Masyarakat Multikultural

(Studi Atas Konsep Multikulturalme Abdul Aziz Sachedina)

Authors

  • Ahmad Mushollin STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.30762/realita.v23i2.824

Keywords:

Studi Islam, Masyarakat, Multikultural

Abstract

Masyarakat multikultural merupakan salah satu ciri khas masyarakat modern yang memiliki keberagaman latar belakang, agama, dan budaya. Dalam konteks ini, Studi Islam sebagai bidang keilmuan memiliki kontribusi signifikan dalam menginternalisasikan nilai-nilai keadilan, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat untuk membentuk perilaku dan interaksi sosial. Persentuhan antara agama dan budaya akan menjadi bahasan seksi kali ini. Abdul aziz Sachedina salah satu tokoh pemikir politik mengajak untuk menelisik kembali eksistensi peran agama Islam dalam tataran publik square. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai etika sosial dalam ajaran Islam, kontribusi Studi Islam terhadap pembentukan etika sosial, dan relevansi peran Studi Islam dalam menciptakan harmoni di tengah masyarakat multicultural perspektif Abdul aziz Sachedina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif model library research. Teknik pengumpulan data bersumber dari data Primer: al-Qur’an, Hadis, karya-karya pemikir Islam klasik dan kontemporer; dan data Sekunder: jurnal, buku akademik, artikel ilmiah terkait Studi Islam dan multikulturalisme dan pemikiran Abdul aziz Sachedina. Teknik Analisis: Analisis isi dan interpretasi hermeneutic. Penelitian ini menghasilkan: (1) Etika sosial dalam Islam bersumber dari ajaran al-Qur'an dan Sunnah yang menekankan prinsip-prinsip seperti: Keadilan (al-adl), Kebaikan (al-ihsan), Toleransi (al-tasamuh), Kebebasan beragama (la ikraha fid din), Persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah). (2) kontribusi Studi Islam terhadap pembentukan etika sosial; (a) Sarana edukasi lintas budaya (rahmatan lil alamin). (b) Wahana kritik sosial. Dan (c) Platform dialog antar agama dan antar budaya. (3) Peran Studi Islam dalam menciptakan harmoni di tengah masyarakat multicultural perspektif Abdul aziz Sachedina; (a) Menumbuhkan Kesadaran Pluralistik, (b) Membangun Etika Publik yang Inklusif, (c) Menghadirkan Islam sebagai Solusi Sosial, dan (d) Mengembangkan Wacana Keagamaan yang Moderat (Wasathiyah).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. A. (2006). Islam dan ilmu pengetahuan: Menyatu dalam keindahan dan kebaikan. Pustaka Pelajar.

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Andy Dermawan. (2009). Dialektika Islam dan Multikulturalisme di Indonesia: Ikhtiar Mengurai Akar Konflik. Yogyakarta: PT. Kurnia Kalam Semesta.

Arkoun, M. (2006). Islam: Asal-usul dan sumber kekuatannya. Mizan.

Asad, T. (2003). Formations of the secular: Christianity, Islam, modernity. Stanford University Press.

Azra, A. (2002). Paradigma baru pendidikan nasional: Rekonstruksi dan demokratisasi. Kompas.

Emha Ainun Najib. (2013). Markesot Bertutur Lagi. Bandung: Mizan.

Fahmi Idris. “Muslimdaily.net” dalam www.voa-islam.com diakses tanggal 5 januari 2014.

Faisal Ismail. (2012). Republik Bhinneka Tunggal Ika: Mengurai Isu-isu Konflik, Multikulturalisme, Agama dan Budaya, Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan-Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Fazlur Rahman. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. University of Chicago Press.

Hanafi, Hasan. (2007). Islam dan Humanism. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hasan, N. (2009). Laskar Jihad: Islam, militancy, and the quest for identity in post–New Order Indonesia. SEAP Publications.

Hitti, PhilipK. (1970). Dunia Arab-Sejarah Ringkas. Terj. Usuludin Hutagalung dan O.D.P. Sihombing. Bandung: Sumur Bandung.

Lewis, Bernard. (1988). Bangsa Arab dalam Lintasan Sejarah: dari Segi Geografi Sosial, Budaya dan Peranan Islam, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Madjid, N. (2008). Islam, Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan. Yayasan Wakaf Paramadina.

Nasr, S. H. (2006). Islamic Science: An Illustrated Study. World Wisdom, Inc.

Quraishi, A. (2011). What if sharia weren’t the enemy? Rethinking international women’s rights advocacy on Islamic law. Columbia Journal of Gender and Law, 22(1), 173–249.

Sachedina, Abdulaziz. (2006). The Role of Islam In Public Square: Guidance or Governance. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Syahrin, S. (2014). Studi Islam: Pendekatan Multidisipliner. Prenadamedia Group.

Wahid, A. (2001). Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. The Wahid Institute.

Yusuf al-Qaradawi. (2006). Islamic Ethics: Foundation and Objectives. Islamic Book Trust.

Zuli Qodir. (2011). Sosiologi Agama: Esai- esai Agama di Ruang Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Downloads

Published

2025-11-16

How to Cite

Mushollin, A. (2025). Peran Studi Islam dalam Pembentukan Etika Sosial pada Masyarakat Multikultural: (Studi Atas Konsep Multikulturalme Abdul Aziz Sachedina). Realita: Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 23(2), 323–334. https://doi.org/10.30762/realita.v23i2.824